Waka Kurikulum Mtsn Sibolga Ikuti Pelatihan Pemantapan Kbc

Waka Kurikulum MTsN Sibolga Ikuti Pelatihan Pemantapan KBC

Waka Kurikulum MTsN Sibolga Ikuti Pelatihan Pemantapan KBC

 

MTsN SIbolga (Humas) - Wakil Kepala Madrasah bidang Kurikulum Syahriani Harahap,S.Si.S.Pd mengikuti Pelatihan Jarak Jauh (PJJ) yang diselenggarakan 
Balai Diklat Keagamaan (BDK) Medan wilayah Sumatera Utara dengan materi pendidikan dan pelatihan Bimbingan Teknis (Bimtek) Implementasi Pembelajaran Berkualitas Bernuansa Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang dilaksanakan secara daring yang berlangsung selama dua hari, dari tanggal 15 hingga 16 Juli 2026. Jum'at (17/07).

Berdasarkan informasi waka bidang kurikulum, kegiatan dilaksanakan secara virtual oleh utusan pendidik dari berbagai kabupaten dan kota di wilayah Provinsi Sumatera Utara.Dalam kesempatan tersebut, MTs Negeri Sibolga turut ambil bagian secara aktif dengan mendelegasikan perwakilan untuk menyerap langsung transformasi orientasi pembelajaran humanis tersebut dari tempat tugas. Efisiensi Digital untuk Pemerataan Mutu Kurikulum meskipun dilaksanakan secara PJJ. bimtek skala provinsi ini tidak kehilangan esensinya dalam memastikan kebijakan akademik di seluruh madrasah Sumatera Utara mampu mengintegrasikan nilai-nilai empati dan spiritualitas.

Lebih lanjut beliau memaparkan, adapun pemanfaatan platform digital memungkinkan akses yang merata bagi para pengembang kurikulum di daerah, termasuk perwakilan dari Sibolga, untuk berdiskusi interaktif tanpa terkendala jarak. Selama dua hari intensif, para peserta dibekali formula teknis untuk menyisipkan lima pilar utama KBC atau "Panca Cinta" ke dalam struktur perangkat pembelajaran, yakni pertama Cinta kepada Allah dan Rasulnya, kedua Cinta kepada diri dan sesama, ketiga Cinta kepada ilmu, keempat Cinta kepada lingkungan, dan yang kelima Cinta kepada diri sendiri dan sesama manusia, hal ini menjadi implementasi Nyata di Satuan Pendidikan. 

Mengutip pernyataan narasumber Balai Diklat Keagamaan Medan Dr.Drs.Syarifuddin,M.Hum yang menekankan bahwa KBC bukanlah kurikulum baru yang menggantikan sistem Kurikulum Merdeka, melainkan sebuah penguatan nilai (insersi). Melalui pendekatan deep learning (pembelajaran mendalam), konsep ini mengembalikan esensi pendidikan formal pada dimensi kemanusiaan, sekaligus membentengi lingkungan madrasah dari praktik perundungan dan intoleransi.

Kepala MTsN Sibolga, Ahmad Soleh Siregar, S.Ag., secara terpisah menyampaikan dukungannya terhadap keikutsertaan delegasi kurikulum madrasahnya dalam PJJ ini, beliau berharap hasil pelatihan jarak jauh ini dapat segera diimplementasikan secara nyata guna melahirkan ekosistem belajar yang aman, nyaman, dan berakhlak mulia bagi seluruh siswa di MTsN Sibolga. (RPA)